Novel One hunder years of solitude karya Gabriel Garcia Marquez

Kesan Pertama

Tak pernah terpikir sebelumnya untuk membaca ataupun membeli buku ini, atau pernah mendengar nama Gabriel Garcia Marquez sebelumnya, sampai seorang teman membelikannya sebagai buah tangan, di hari-hari terakhir sebelum berangkat ke Sydney.

One Hundred Years of Solitude mengisahkan tentang kehidupan keluarga Buendia dan keturunannya, berlatar waktu pada masa perang saudara antara golongan Konservatif dan Liberal di Amerika Selatan.

Bagian awal cerita penuh dengan hal-hal magis, yang jika diukur dengan pengetahuan zaman sekarang, bisa dianggap sekadar mitos atau omong kosong. Tapi tidak demikian jika kita tarik ke masa-masa ketika imajinasi manusia lebih mendominasi ketimbang ilmu pengetahuan untuk menjelaskan peristiwa-peristiwa yang belum sepenuhnya bisa dipahami seperti penyakit yang sulit diobati dan fenomena alam. 

Dan ternyata memang begitulah cara bercerita novel yang bertema magical realism. Unsur-unsur gaib ada dan menjadi bagian dari realitas yang diterima begitu saja. Andaikata kakek - nenek kita masih ada, kita mungkin akan mendengar kisah-kisah ajaib dan mistis seperti bola api yang melayang di udara dan semacamnya. Apakah hal-hal itu sungguh ada? Tentu kita tidak bisa menjawabnya dari kacamata akal dan cara berpikir zaman sekarang. 

Tentang sepasang manusia, sepasang kekasih, dan sepasang saudara dekat.

Jose Arcadio Buendia dan Ursula Buendia adalah sepasang sepupu yang memutuskan untuk melanggar tabu dan menikah. 

Saat kesadarannya makin jauh dari realitas kehidupan, Jose Arcadio Buendia diikat ke pohon agar tidak melukai orang lain maupun dirinya sendiri. 

Di masa mudanya, Jose Arcadio Buendia adalah lelaki bersemangat yang memimpin ekspedisi pencarian tempat tinggal baru dan akhirnya mendirikan desa Macondo di lokasi antah berantah. Pun saat ia beranjak usia paruh baya, sebelum akhirnya diikat ke pohon, Jose Arcadio Buendia tetap seorang yang akfif, berambisi dan penuh imajinasi. 

Ursula Buendia, istrinya, disamping melanjutkan pekerjaan-pekerjaan rumah, terus merawat Jose Arcadio dengan kasih sayang yang tulus. Sesekali ia menceritakan kondisi anak-anaknya kepada Jose Arcadio Buendia, dan sesekali suaminya itu menatapnya, ikut menangis bersama Ursula. 

Sosok Ursula adalah representasi dari seorang wanita, seorang ibu, sekaligus roda penggerak kehidupan rumah tangga. Karakternya tegas, berani mengambil inisiatif dan tidak bisa diam. Tanpa usaha dan tindakan-tindakannya, anak-anak beserta keturunannya akan terlantar, tidak saling mengenal bahkan tidak memiliki tempat untuk pulang. Ia menjalankan perannya di kehidupan dengan sungguh-sungguh. Ursula, adalah sosok ibu mulia, dimana penghormatan tertinggi seorang anak patut diterima seseorang seperti dirinya.

Seperti halnya sebuah bacaan berkesan lainnya yang pernah kubaca, membaca 100 Years of Solitude tidak cukup hanya sekali. 

Tulisan berikutnya akan membahas lebih lanjut kesan tentang novel ini dan mengapa Gabriel Garcia Marquez adalah salah satu nama besar dalam sastra Amerika Latin.

Post a Comment