Konteks sempit sebelum menonton

The Odyssey bukanlah film tentang Perang Troya. Ini adalah film tentang perjalanan kembali Odisseus setelah memenangkan perang Troya. Fakta itu tak pelak memicu skeptisme. Apa menariknya film tentang perjalanan pulang seorang pahlawan perang, dibandingkan tentang perangnya sendiri? 


Walaupun film ini adalah adaptasi kisah kepahlawanan Yunani yang ditulis oleh Homer - seorang penyair besar Yunani yang hidup pada tahun 700 sebelum masehi - kita akan mendapati segelintir tokoh penting dalam film diperankan oleh aktor dan aktris yang bukan kulit putih. Hal itu memicu perdebatan diantara para kritikus film. Mereka melihat keputusan ini sebagai usaha yang disengaja agar film The Odyssey memenuhi kriteria penghargaan Oscar. Selain itu, kritik juga ditujukan pada akurasi cerita (cerita dalam film vs tulisan versi asli) dan kurangnya keterlibatan pemain film dari Yunani. Padahal ini adalah film tentang pahlawan Yunani!?

Poster The Odyssey di Bioskop Hoyts Sydney


Film The Oddysey dari kacamata penonton minim konteks

Namun demikian, The Odyssey menawarkan cerita dan visual yang menarik. Tidak seperti trailer nya yang sama sekali tidak membuat penasaran, serta adegan-adegan awal film yang membosankan karena penuh dialog dan kilas balik, bagian pertengahan film justru tiba-tiba menarik dan menegangkan.


Memasuki 1/3 durasi film, alur cerita mulai berfokus pada perjalanan Odisseus dan pasukannya yang penuh petualangan berbahaya. Suatu ketika, Odisseus dan pasukannya tiba disebuah pulau untuk mencari bahan makanan. Tak dinyana, mereka justru terperangkap dalam sebuah gua, yang merupakan tempat tinggal seorang Cyclops. Walau pada akhirnya berhasil meloloskan diri setelah melukai mata sang Cyclops, Odisseus dan pasukannya harus melanjutkan perjalanan pulang dengan membawa kutukan Poseidon.


Yang Sepertinya Tidak Diceritakan di Film 

Rintangan yang dihadapi Odisseus sepanjang perjalanan rupanya tak lepas dari pengaruh Poseidon. Sang Cyclops bermata satu ternyata adalah anak sang Dewa Laut Yunani. Ia mengadukan tindakan Odisseus kepada ayahnya, yang lantas membuat Sang Dewa Laut murka, lalu mengutuk Odiseus dan pasukannya sehingga mereka tidak akan selamat dalam perjalanan pulang, atau kalaupun masih berhasil selamat mereka akan menemui hambatan sulit lainnya yang mengancam jiwa. 


Ini adalah premis utama dalam alur cerita perjalanan pulang Odisseus yang memakan waktu hampir sepuluh tahun. Ia menelantarkan seorang istri cantik bernama Penelope (diperankan oleh Anne Hathaway) dan seorang anak laki-laki (diperankan Tom Holland). Bermodalkan sedikit harapan, kesetiaan dan sikap keras kepala, Penelope mampu bertahan menunggu kepulangan Odisseus.


Konflik dalam Film

Adegan-adegan dan dialog panjang di bagian awal film baru terlihat masuk akal ketika film memasuki babak terakhir. 


Adegan-adegan itu berhasil meninggalkan kesan bagi penonton betapa Penelope dan Odiseus saling mencintai, dan betapa Antinous (diperankan Robert Pattinson)  adalah sosok pengecut dan manipulatif yang ingin merebut takhta dengan cara menyingkirkan anak laki-laki Odisseus.


Puncak konflik (klimaks) pun terjadi pada sekitar 30 menit menjelang berakhirnya film (dari total durasi 70 menit), ketika Odisseus yang telah berhasil kembali ke kerajaannya dengan menyamar sebagai pengemis, harus menumpas para penghianat pengikut Antinous yang hendak merebut takhta darinya. 


Dan pada akhirnya, para penghianat itu berhasil disingkirkan (lewat adegan yang mirip seperti dalam serial Game of Throne, walau tidak semengerikan itu). Tom Holland naik takhta menggantikan ayahnya, sementara Matt Damon dan Anne Hathaway menikmati hari-hari pensiun di atas kapal. 


Penutup

Saat memerankan Odisseus, Matt Damon telah berusia 55 tahun. Aktor kawakan ini sebelumnya telah memerankan banyak peran dalam film terkenal lain seperti Saving Private Ryan, The Martian, Ford vs Ferrari dan trilogi terkenal The Bourne. 


Sebagian dari film-film itu mengisahkan perjalanan pulang tokoh utama yang diperankan sang aktor. Mengetahui hal itu, internetpun bereaksi dengan sebuah meme kompilasi film Matt Damon yang menceritakan kepulangan tokoh yang diperankannya.

Post a Comment