| Jatuh Cinta Seperti di Film-film: Memilih Mawas, Menolak Malas — Cinema Poetica |
Emangnya bisa, ada film romantis tentang sejoli di usia 40-an?
Begitulah kira-kira premis film ini.
Bagus (diperankan Ringgo) seorang penulis skenario film, jatuh cinta pada Hana (diperankan Nirina Zubir), seorang teman lama yang masih berduka ditinggal pergi mendiang suaminya.
Bagus ingin menulis skenario film hitam-putih, berdasarkan kisah cinta yang dialaminya.
Di dalam skenario yang dibayangkan Ringgo, kisah cinta mereka mengikuti 8 bagian film sesuai teori perfilman untuk film romantis. Ada konflik hebat ketika Hana tahu bahwa Ringgo menuliskan kisah cinta mereka untuk dijadikan film, seolah Ringgo hanya mementingkan karir perfilmannya, tanpa peduli kepedihan yang dirasakan Hana saat sedang berduka.
Namun kenyataannya, tidak seperti itu.
Dan ternyata, ada kok film romantis tentang sejoli di usia 40-an.
Poin tambahan.
Salah satu ciri film yang unik adalah film dengan soundtrack yang mendukung jalannya cerita. Dalam film ini, lagu "Bercinta Lewat Kata" yang dinyanyikan oleh Donne Maula persis mewakili cerita dan pesan yang ingin disampaikan. Rasanya seperti mendengar "One More Time One More Chance" dalam "5 centimeter per second" dan "Nandemonaiya" dalam "Kimi No Nawa"
Banyak adegan berkesan saat menonton film ini, dua diantaranya adalah ketika Ringgo mulai menjelaskan gambaran cerita kepada produser dan film tiba-tiba berubah menjadi hitam putih, dan adegan sinematik ketika Ringgo dan kawan-kawan ugal-ugalan cari angin di jalan.
Ini adalah awal perkenalan dengan Yandy Laurens, yang mendorong untuk menyaksikan karya selanjutnya berjudul "Sore: Istri dari masa depan"
Post a Comment