Saat menulis ini, pada hari Minggu, 20 September 2026, suhu udara siang hari mencapai 30.5 derajat celcius dan kelembapan berkisar 30%. Kelembapan yang sangat rendah membuat hidung kering dan bibir pecah-pecah. Kombinasi kelembapan rendah dan langit cerah tanpa awan sama sekali membuat cucian bisa kering hanya dalam 1 hari. 

Musim dingin pertama di Sydney dirasakan pada tahun 2025. Saat itu, puncak musim dingin terjadi pada bulan Juni 2025. Suhu udara minimum pada malam hari menjelang matahari terbit bisa mencapai 8 derajat celcius. Karena saat itu belum menggunakan penghangat ruangan (heater), tidur masih harus mengenakan kaos kaki dan selimut tebal yang menyelimuti ujung kepala sampai ujung kaki. Tidak ada aktivitas lain yang bisa dilakukan di kamar selain tidur di bawah selimut. Suhu udara di dalam kamar masih terlalu dingin walaupun sudah mengenakan jaket.  

Memasuki tahun 2026, puncak musim dingin mengalami pergeseran. Bulan Juni belum begitu dingin. Tapi memasuki bulan Juli, suhu udara terasa sangat dingin. Penggunaan heater sangat membantu terutama ketika harus belajar di kamar pada malam hari. 

Konsep Long-term average di Kuliah Renewable Energy Modeling & Analysis

Hal pertama yang dikenalkan pada periode awal perkuliahan adalah sebuah konsep bernama long-term average irradiance atau nilai rata-rata jangka panjang radiasi matahari. Konsep ini juga bisa diterapkan pada variabel selain iradiasi matahari seperti suhu udara.

Gambar 1 di bawah menunjukkan perbandingan suhu udara tahun 2025 dan tahun 2026 dengan rata-rata bulanan jangka panjang. Data diperoleh dari website Biro Meteorologi Australia (BoM) Climate Data Online - Map search . Nilai rata-rata jangka panjang adalah suhu udara rata-rata bulanan sejak tahun 1940 sampai dengan saat ini. Data menunjukkan puncak musim dingin tahun 2025 terjadi pada bulan Juni (suhu udara rata-rata bulanan sebesar 13.3 derajat celcius), sementara puncak musim dingin tahun 2026 terjadi pada bulan Juli (suhu udara rata-rata bulanan sebesar 14.2 derajat celcius). 

Gambar 1. Perbandingan suhu udara rata-rata bulanan tahun 2025 dan 2026 terhadap nilai rata-rata jangka panjang

Gambar 2. Anomali suhu udara tahun 2025 dan 2026


Gambar 2 menunjukkan anomali suhu udara bulanan pada tahun 2025 dan 2026. Anomali suhu menunjukkan selisih suhu udara bulanan dengan nilai rata-rata jangka panjang. Suhu udara bulanan pada tahun 2025 (kecuali bulan Juni) lebih hangat dibandingkan nilai rata-rata jangka panjang. Anomali terbesar terjadi pada bulan Oktober dimana suhu udara 3.5 derajat lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata jangka panjang. Hal ini terjadi ketika wilayah bumi bagian selatan termasuk Australia memasuki musim semi. 

Gambar 2 juga menunjukkan bahwa musim dingin tahun 2026 lebih hangat dibandingkan musim dingin tahun 2025. Suhu udara bulan Mei sampai dengan Agustus tahun 2026 bernilai 1 sampai 2.5 derajat celcius lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata jangka panjangnya. Jika tren ini berlanjut, maka musim panas tahun ini dipastikan akan lebih hangat dibandingkan tahun 2025. Fenomena El-Nino juga diprediksi akan membuat musim panas tahun 2027 akan memecahkan rekor tahun-tahun sebelumnya El Nino weather event could make 2027 the hottest year ever | Nine.com.au




Post a Comment