Perbincangan di kantor menginisiasiku untuk menuliskan ini.
Mengapa Tuhan Mencipta?
Pertanyaan ini pernah menghampiriku beberapa waktu lalu. Namun, aku tak kunjung menemukan jawaban yang memuaskan. Hingga akhirnya aku membaca buku biru tentang ketuhahan Upanishad.
Mengapa Tuhan mencipta?
Kurasa, jika pertanyaan itu dipertahankan, aku tak akan pernah mendapatkan jawaban yang benar-benar memuaskan. Aku tak punya kapasitas untuk berspekulasi mengenai hal itu, yang sepenuhnya adalah rahasia ilahi. Namun, jika aku benar-benar menginginkan jawaban, pertanyaan tersebut harusnya menjadi seperti ini
Mengapa ciptaan itu ada?
Dalam buku biru itu disebutkan bahwa
Tuhan mencipta karena keniscayaan yang inheren di dalam adanya. Tuhan tidak membutuhkan apapun, sebaliknya, adanya sendiri begitu penuh dan sempurna yang memancar menjadi ciptaan. Layaknya mata air yang mengalirkan air begitu saja
Demikianlah, mengapa ciptaan itu ada.
Post a Comment