Nobel ekonomi dan buku "Why Nations Fail"

1. Nobel Ekonomi

Tahun 2012, Daron Acemoglu dan James Robinson menerbitkan buku berjudul “Why Nations Fail”. Mereka mengemukakan bahwa bukan Budaya, Lokasi Geografis, atau Sikap tidak tahu (ignorance) yang menentukan kaya miskinnya suatu negara, melainkan bagaimana institusi ekonomi dan politik dijalankan (dalam istilah mereka, dijalankan secara inklusif – menguntungkan bagi siapa saja yang mau berusaha atau secara ekstraktif – menguntungkan segelintir pihak). 

Dalam buku tersebut, mereka mengutip teori “creative destruction – pemanfaatan teknologi atau cara kerja baru yang menggantikan teknologi atau cara kerja lama” sebagai syarat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan menekankan pentingnya perlindungan atas hak milik (property rights) sebagai insentif agar orang mau bekerja dan berinovasi.

Tahun 2024, Daron Acemoglu – Simon Johnson – James A Robinson meraih nobel ekonomi atas karya akademik mereka, sementara Joel Mokyr – Philippe Aghion – Peter Howitt (penggagas teori pertumbuhan berkelanjutan melalui creative destruction) meraih nobel ekonomi tahun ini 2025.

2. Sekilas tentang Buku Why Nations Fail

Kata Kunci utama untuk memahami buku ini: 
1. Institusi Ekonomi: Badan atau lembaga yang mengurusi bidang perekonomian seperti Kementerian Keuangan, Bank Sentral, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
2. Institusi Politik: Badan atau lembaga yang mengurusi bidang politik seperti partai, DPR, MPR, 
3. Creative Destruction: Teori yang dikemukakan oleh Joel Mokyr, Philippe Aghion dan Peter Howitt bahwa pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan didorong oleh inovasi kreatif yang memperbarui metode / cara kerja lama contohnya: 
4. Prosperity and Poverty: Istilah bahasa inggris untuk Kesejahteraan dan Kemiskinan
5. Critical Juncture: Titik kritis dalam sejarah suatu negara yang menentukan proyeksi atau arah pembangunan negara tersebut di masa depan. Contohnya: revolusi Perancis, revolusi industri di Inggris, perang saudara di Amerika Latin
6. Ekonomi Ekstraktif: Aktivitas ekonomi yang hanya menguntungkan segelintir pihak dengan merugikan pihak lain 
7. Ekonomi Inklusif: Aktivitas ekonomi yang memungkinkan semua pihak dapat saling terlibat dan berkompetisi

Apa itu ekonomi?
Ekonomi adalah ilmu pengambilan keputusan untuk memenuhi kebutuhan, di tengah sumber daya yang terbatas. Dalam konteks ini, kita dapat membayangkan sumber daya sebagai tabungan di rekening, sementara kebutuhan adalah segala jenis pengeluaran yang kita lakukan untuk menunjang aktivitas sehari-hari mulai dari makanan, transportasi, sewa tempat tinggal, dan lain sebagainya. 

Taraf hidup seseorang ditentukan dari kemampuannya untuk mencukupi  kebutuhannya sehari-hari. Aktivitas ekonomi, lahir dari pertukaran barang / jasa untuk memenuhi kebutuhan ini. 

Buku ini adalah perluasan dari publikasi Daren Acemoglu, Simon Johnson dan James Robinson tahun 2021 berjudul "The Colonial Origins of Comparative Development:  An Empirical Investigation" dimana mereka melakukan investigasi empiris berdasarkan data-data yang tersedia untuk menjawab pertanyaan "mengapa sebagian negara kaya sementara sebagian lainnya miskin?" Sebagian ahli terdahulu telah mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut dan berteori bahwa Budaya dan Lokasi geografis merupakan faktor penentu yang menjadikan suatu negara kaya dan miskin. Negara beriklim sub-tropis dengan nilai-nilai barat seperti negara-negara Eropa, Amerika Utara dan Australia adalah negara maju, sementara negara beriklim tropis dan cenderung memegang tradisi seperti negara-negara Afrika dan oceania adalah negara-negara miskin.

Daren Acemoglu, Simon Johnson dan James Robinson menolak kesimpulan tersebut dan dengan berpijak pada teori creative destruction yang digagas oleh Joel Mokyr, Philippe Aghion dan Peter Howitt, mengemukakan gagasan yang selanjutnya mengantarkannya meraih nobel ekonomi, 
"bahwa yang menentukan berhasil tidaknya pembangunan suatu negara yang pada akhirnya menjadikan negara tersebut kaya atau miskin, adalah bagaimana Institusi Politik dan Institusi Ekonomi dijalankan"

Post a Comment